Senin, 24 Desember 2012

Belajar Membuat EA Sederhana 10


http://jumforex.blogspot.com/2012/08/akhirnya-kita-sampai-pada-part-10-dan.html

Akhirnya kita sampai pada part 10  dan pastikan anda telah membaca part 9

Setelah kita belajar di part sebelumnya bahwa EA sudah bisa order buy dan sell dengan jam yang bisa disesuaikan serta order hanya terbatas masing2 1 order pertype.
Jadi dasar Order EA sebelumnya (triger) adalah jumlah order buy=0 atau jumlah sell = 0.

Nah dasar order EA inilah yang perlu dikembangkan berdasarkan keinginan.

Untuk menambah wawaan tetntang triger ini saya akan membasar tentang Indikator

Indikator yang paling sederhan di dalam Mt4 adalah Candelistik

Coba perhatikan image berikut:


1. Harga tertinggi disebut dengan High

Untuk mengetahui harga high ini dengan cara custum sbb
         iHigh(string Symbul ,int time frime , int shit)
string symbul untuk pair yang di attack digunakan Symbul()
untuk pair langsung bisa ditulikan contoh "GBPUSD"  atau "EURUSD"

int timefreme bisa ditentukan , coba perhatikan

nah tinggal dipilih aja yang mau digunakan, tapi kalau mau membaca candel pada EA di attack maka bisa diisi dngan angka 0

int shif ini untuk menentukan kondisi candel ,
contoh :
bila 0 artinya candel saat berlangsung,
 bila 1 artinya 1 candel sebelum sekarang
2 artinya 2 candel sebelum sekarang

Karena harga High ini merupakan bilangan berkoma maka termasuk tipe data double, sehingga untuk menentukan membuat variabel high ini sbb
contoh

doubel tinggi =  iHigh(Symbol(),PERIOD_H1, 1);

artinya  Harga tertinggi  pada 1  candel  sebelum sekarang (sebelumnya) dan pata time frime H1 dan saya namakan dengan nama variabel tinggi

Time frime ini juga bisa ditulis dalam nilai (value) dalam menit ,contoh kalau  PERIOD_H1  bisa diganti dengan 60 ,  PERIOD_H4 bisa diganti dengan 240 , PERIOD_D1  bisa diganti dengan 1440 dsb.
Tetapi bila di tulis 0 bukan berarti 0 menit tetapi timefrimenya mengikuti chart dimana EA di attack.

contoh:
doubel tinggi =  iHigh(Symbol(),0, 1);
Maka nilai tinggi candel dimana EA akan di attack , bila di attack di time frime(TF) 30 maka akan memabaca titik tinggi 1 candel  sebelumnyam demikian juga kalau di attack di TF H4 juga candel di H4 yang akan di bacanya.

Ada tambahan
doubel tinggi =  iHigh(Symbol(),0, 1);
kadang juga ditulis   
doubel tinggi =  High[1];


Jadi kalau  High[2]  artinya titik tertinggi pada 2 candel sebelumnya pada TF dimana EA di attack

2, Harga pembukaan disebut Open

Sama halnya dengan High, dalam penulisan ketentuannya sama

doubel buka =  iOpen(Symbol(),PERIOD_H1, 1); 
Penjelasanya sama dengan High

3. Harga Penutupan disebut Close

doubel tutup =  iClose(Symbol(),PERIOD_H1, 1);  
 Penjelasanya sama dengan High

4. Harga terbawah disebut dengan Low

 doubel bawah =  iLow(Symbol(),PERIOD_H1, 1);  

Penjelasanya sama dengan High

Daei penjelasan di atas mungkin sedikit bisa di pahami
Contoh dalam terapan sebuah EA yang biasanya digunakan sebagai triger

if(Close[2] <  Close[1]) { -----order buy ----- }
atau
if(iClose(Symbol(),0, 2) <  iClose(Symbol(),0, 1)) { -----order buy -----}

artinya bila harga penutupan candel 2 sebelumnya lebih kecil dengan penutupan candel 1sebelumnya maka order buy
Bisa juga dibuat variabel
double tutup_1  = iClose(Symbol(),0, 1);
double tutup_2  = iClose(Symbol(),0, 2);

if( tutup_2< tutup_1){-----order buy -----}

 Nah dari gambaran diatas ini maka bisa silahkan dicoba di masukan ke dalam EA yang sudah dibuat di part sebelumnya
Oke silahkan dicoba dulu deh


Salam profit





4 komentar:

  1. ini dibuat dimana dan untuk apa,?
    apakah hanya pengenalan atau bisa dimasukin kedalam EA.??
    saya masih bingung,,hehehe
    Balas
    Balasan
    1. tergantung keperluannya bro
      bisa digunakan untuk triger EA atau di dalam indikator
      jadi penggunaanya yang jelas masuk di dalam struktur nya coba perhatikan EA yang dibuat di part 12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar